KUNINGAN - Menghadapi musim kemarau yang berpotensi menyebabkan keterbatasan air irigasi, Babinsa Desa Wilanagara Koramil 1507/Luragung, Sertu Edy Zulfikar, melaksanakan anjangsana dan komunikasi dengan Ketua Kelompok Tani (Poktan) Sabuk Wangi, Bapak Jaya, bersama para anggota kelompok tani, Kamis (3/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung pukul 08.30 WIB di Blok Sawah Beber, Desa Wilanagara, Kecamatan Luragung, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, tersebut membahas rencana pemilihan jenis atau varietas padi yang akan ditanam dengan mempertimbangkan kondisi musim kemarau.
Dalam kesempatan tersebut, Sertu Edy Zulfikar mengingatkan para petani agar tidak sembarangan menentukan varietas padi. Pemilihan benih harus disesuaikan dengan kondisi iklim, karakteristik lahan, serta ketersediaan air di wilayah pertanian.
> “Petani perlu mempertimbangkan dengan matang varietas padi yang akan ditanam. Sesuaikan dengan kondisi lahan, iklim dan terutama ketersediaan air. Kalau masih ada keraguan, jangan ragu berkomunikasi dengan PPL. Babinsa siap membantu memfasilitasi apabila diperlukan, ” ujar Sertu Edy Zulfikar.
Ia juga menekankan pentingnya mengantisipasi keterbatasan air irigasi agar proses penanaman padi tetap dapat berjalan secara optimal. Menurutnya, pemilihan varietas yang tepat dan memiliki daya adaptasi baik dapat menjadi salah satu langkah untuk mengurangi risiko gangguan pertumbuhan maupun gagal panen akibat kondisi cuaca dan kekurangan air.
“Melalui pemilihan varietas yang tepat, kita berharap petani dapat lebih siap menghadapi musim kemarau sehingga risiko gagal panen akibat kekurangan air maupun kondisi cuaca dapat ditekan, ” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Poktan Sabuk Wangi, Bapak Jaya, menyambut baik pendampingan yang dilakukan Babinsa. Menurutnya, komunikasi dan koordinasi dengan Babinsa serta PPL sangat membantu kelompok tani dalam menentukan langkah menghadapi musim tanam di tengah kondisi cuaca yang perlu diantisipasi.
> “Kami berterima kasih atas perhatian dan pendampingan Babinsa. Masukan mengenai pemilihan varietas dan antisipasi keterbatasan air sangat penting bagi kami agar dapat menentukan tanaman yang sesuai dengan kondisi lahan, ” ungkap Jaya.
Kepala Desa Wilanagara, Asep Sudiana, S.Kom, mengatakan bahwa kesiapan petani menghadapi musim kemarau perlu mendapat dukungan bersama, khususnya dalam pengelolaan air dan penerapan pola tanam yang sesuai.
> “Kami mendukung koordinasi antara kelompok tani, Babinsa dan PPL. Dengan perencanaan yang baik, petani dapat menentukan jenis tanaman yang sesuai dengan kondisi lahan dan ketersediaan air sehingga kegiatan pertanian tetap berjalan, ” kata Asep Sudiana.
Di tempat terpisah, Danramil 1507/Luragung Kapten Arh. Fatkhu Azis, menegaskan bahwa pendampingan Babinsa kepada kelompok tani merupakan bagian dari upaya membantu masyarakat menghadapi berbagai tantangan di sektor pertanian.
> “Babinsa harus terus hadir di tengah petani, terutama dalam memberikan pendampingan dan mendorong koordinasi dengan PPL. Pemilihan varietas yang sesuai dengan kondisi musim dan ketersediaan air merupakan bagian penting dari upaya menjaga produktivitas pertanian, ” tegas Kapten Arh. Fatkhu Azis.
Kegiatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan kesiapan Poktan Sabuk Wangi dalam menentukan varietas serta pola tanam yang sesuai dengan kondisi musim, sekaligus mendorong koordinasi yang lebih erat dengan PPL agar teknis budidaya yang diterapkan sesuai dengan anjuran pertanian setempat.(PERS)

Mil 07