KUNINGAN - Dalam rangka mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) pada musim kemarau, Babinsa Desa Walaharcageur Koramil 1507/Luragung, Kopda Riki Rusyana, melaksanakan kegiatan anjangsana sekaligus sosialisasi bahaya Karhutla kepada perwakilan warga RT 006 RW 003, Dusun II, Desa Walaharcageur, Kecamatan Luragung, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, Senin (24/08/2026) pukul 10.00 WIB.
Dalam kegiatan tersebut, Kopda Riki Rusyana mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran sampah, dedaunan maupun lahan secara sembarangan, terlebih di sekitar area perkebunan. Kondisi musim kemarau menyebabkan lahan dan dedaunan menjadi kering sehingga mudah terbakar dan api berpotensi menjalar ke area yang lebih luas.
“Kami mengimbau kepada seluruh warga agar tidak membakar sampah ataupun dedaunan sembarangan, terutama di dekat area perkebunan. Kami juga meminta bantuan warga untuk menyampaikan informasi ini kepada tetangga dan sanak saudara, khususnya warga RT 006 RW 003 dan umumnya seluruh masyarakat Desa Walaharcageur, ” ujar Kopda Riki Rusyana.
Selain memberikan imbauan, Babinsa juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi lingkungan selama musim kemarau serta berperan aktif dalam mencegah potensi terjadinya Karhutla. Kesadaran dan kepedulian masyarakat dinilai sangat penting karena pencegahan kebakaran dapat dilakukan sejak dini.
Kepala Desa Walaharcageur, Agus Sudianto, menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan yang dilakukan Babinsa. “Kami mendukung sosialisasi ini dan mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan serta tidak melakukan pembakaran secara sembarangan, karena dampaknya dapat merugikan masyarakat dan lingkungan, ” ungkapnya.
Sementara itu, Danramil 1507/Luragung Kapten Arh. Fatkhu Azis menegaskan bahwa kegiatan sosialisasi tersebut merupakan bagian dari upaya preventif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menghadapi musim kemarau.
“Pencegahan Karhutla membutuhkan kepedulian dan peran aktif seluruh masyarakat. Kami mengajak warga untuk tidak melakukan pembakaran sampah, dedaunan maupun lahan secara sembarangan dan segera melaporkan apabila menemukan potensi kebakaran, ” tegas Kapten Arh. Fatkhu Azis.
Kegiatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai bahaya dan dampak Karhutla terhadap lingkungan maupun kesehatan, sekaligus mendorong terciptanya lingkungan yang aman dari ancaman kebakaran selama musim kemarau.(PERS)

Mil 07